Mathematics With Mr. Kenzie

LATIHAN UN MATEMATIKA ONLINE

Sunday, 20 July 2014

7 Tips Agar Anak Suka Matematika

Dari jaman ulat jedhung sampai jadi kepompong lalu berubah menjadi kupu – kupu,bagi sebagian anak yang  namanya matematika seperti hantu menakutkan

. Ada juga “anak” yang beranggapan matematika itu membingungkan dan sulit. Yang saya maksud “anak” di sini adalah anak sekolah dan anak – anak yang sudah beranak pinak (baca : orang tua) . Sebab tidak sedikit orang tua yang kadang juga masih berpikir bahwa matematika itu mbulet, sulit, dan mbingungi. Bahkan ada juga yang berpendapat hanya anak cerdas saja yang pintar matematika dan punya IQ di atas rata – rata.
Saya kurang sependapat jika matematika dianggap pelajaran yang membingungkan dan sulit. Walaupun faktanya nilai matematika saya dari kelas satu SD hingga selesai S2 (S2 yang dimaksud adalah SD dan SMP …) tidak pernah jauh dari angka 5. Hehehe…! Saya tidak pernah merasa bahwa matematika itu sulit, sebab prinsip saya seberapa pun sulit dan beratnya suatu pekerjaan akan menjadi ringan dan mudah kalau tidak dikerjakan. (Hahaha…dasar pemales!).
Setiap orang tua pasti menginginkan anak – anaknya tumbuh cerdas, tak terkecuali saya. Orang tua juga ingin anak – anaknya menjadi pintar. Kalau bisa berprestasi di sekolah tentu lebih membanggakan lagi, namun bukan berarti orang tua boleh memaksakan anak untuk berprestasi, karena ini bisa menjadikan anak merasa tertekan.
Kembali ke matematika yang dianggap sulit dan membingungkan.
Saya punya tips yang mungkin bisa dicoba dan mudah – mudahan bermanfaat.
1. Matematika itu menyenangkan dan tidak sulit.
Berdasarkan pengalaman nilai matematika yang lebih sering jeleknya daripada bagusnya, saya bertekad bahwa jika kelak anak saya sekolah saya tidak ingin dia mengalami hal serupa. Ini memberi motivasi kepada diri saya sebagai “anak yang beranak pinak ” untuk mengenalkan matematika kepada anak sejak dini. Ketika anak sulung saya (sekarang kelas V SD) memasuki usia lima tahun yang saya perkenalkan terlebih dahulu adalah angka – angka, tidak seperti kebanyakan orang tua yang biasanya lebih suka memperkenalkan huruf – huruf abjad. Saya lebih suka mengajari anak berhitung daripada membaca.
2. Aku suka matematika.
Selain mengenalkan matematika sejak dini, yang tak kalah penting adalah menanamkan rasa suka kepada matematika.
Kuncinya ada pada orang tua, kalau orang tua suka matematika maka dengan senang hati akan mengajari anak belajar matematika. Bagaimana mungkin orang tua akan senang mengajari anak matematika kalau dia sendiri tidak suka. Jangan pernah berkata ” Bapak / ibu aja dulu gak paham pelajaran ini….” atau ” Nilai matematika ibu / bapak di sekolah dulu juga selalu merah..”
Apalagi sampai mengatakan bahwa pelajaran yang paling dibenci adalah matematika.
3. Matematika tetap dipakai dimanapun dan kapanpun.
Saya selalu menekankan kepada anak bahwa matematika akan tetap dipakai dimanapun dan dimanapun. Pada prinsipnya matematika adalah seni mengasah logika dan ketajaman berpikir. Dengan bahasa yang mudah saya menjelaskan kepada anak tentang pentingnya matematika. Di semua mata pelajaran sekolah ada unsur matematikanya. Dalam pelajaran agama saja ada matematikanya,contohnya jika ditanya ada berapa rukun islam ? Anak menjawab : “Lima”. Lalu saya menjelaskan bahwa lima adalah bilangan,berarti matematika juga kan ?
Pernah suatu ketika anak bertanya kepada saya “Lho, bapak kan udah nggak sekolah apa masih pake matematika ? “
Saya jawab ” Ya tentu saja. Kalau Bapak nggak bisa berhitung (baca matematika) bagaimana Bapak bisa ngitung duit….” (hehehe….).
4. Ala bisa karena biasa.
Dengan bahasa yang mudah dan sederhana terangkan juga bahwa seseorang itu menjadi bisa karena terbiasa. Tidak ada yang sulit dan tidak bisa dikerjakan kalau sudah biasa dilakukan. Ajak anak untuk sering berlatih mengerjakan soal – soal,dan ini berkaitan dengan tips berikutnya,yaitu :
5. 4 x 2 lebih baik dari 2 x 4
Resep ini saya peroleh dari guru matematika saya sewaktu SD. Maksudnya, akan lebih baik jika berlatih 4 kali dalam satu hari meskipun hanya 2 soal yang dikerjakan daripada hanya berlatih 2 kali dalam sehari dan mengerjakan 4 soal. Resep ini juga,dapat diterapkan untuk metode belajar pelajaran lainnya. Lebih baik 4 kali belajar dengan 2 materi pelajaran daripada hanya 2 kali belajar dengan 4 mata pelajaran sekaligus. Daya serap otak tentu akan lebih baik mereka yang belajar 4 kali sehari daripada yang hanya 2 kali dengan berbagai mata pelajaran. Tentu saja yang belajar 2 kali masih lebih baik daripada yang tidak belajar sama sekali,iya kan ?  (Hehehe..!)
6. Ajak anak lomba mengerjakan soal.
Nasehat yang paling baik adalah contoh / teladan. Sesekali ajaklah anak berlomba mengerjakan soal dengan batas waktu yang ditentukan. Ini bisa memberi motivasi kepada anak agar bisa menyelesaikan soal dengan cepat dan tentu saja harus benar. Bukan berarti cepat selesai tapi asal – asalan lho.
7. Jangan mengajari anak dalam kondisi lelah dan tertekan.
Biasanya jika orang tua dalam kondisi lelah dan tertekan akan mudah emosional. Jadi jangan pernah mengajak anak belajar bersama dalam situasi seperti ini.
Demikian beberapa tips agar anak suka matematika yang sudah saya terapkan kepada anak saya. Dan hasilnya juga mulai terlihat. Prestasi akademik anak saya khususnya matematika cukup membanggakan,anak saya lolos olimpiade mata pelajaran (matematika)  tingkat propinsi mewakili kabupaten Sintang untuk tingkat Sekolah Dasar. Alhamdulillah. Tentu saja ini semua juga tak lepas dari bimbingan guru di sekolahnya. Yang perlu kita ingat sebagai orang tua,bahwa pendidikan bukan semata tanggung jawab para guru di sekolah, orang tua juga memegang peranan penting. Berapalah waktu yang dihabiskan anak disekolah jika dibandingkan waktu yang dihabiskan di rumah bersama orang tuanya. Kerja sama yang baik antara orang tua dan dan guru serta lingkungan merupakan salah satu faktor penting keberhasilan pendidikan.
Bagi seekor saya,semua anak yang terlahir ke dunia diberi kepala yang sama dan dibekali otak yang sama pula, tidak ada yang namanya anak bodoh,,yang ada anak yang malas menggunakan otaknya untuk berpikir…”
Jadi tinggal bagaimana kita sebagai orang tua mengajari anak kita agar senang berpikir.

sumber : http://kandangbubrah. wordpress.com/2013/04/06/tips-agar-anak-suka-matematika/

Newer Post Older Post Home

0 comments:

Post a Comment